Oleh karena itu, metodologi ICT memberi harga dua target. Target pertama adalah likuiditas, yaitu kumpulan stop-loss dan pending order di atas swing high dan di bawah swing low. Target kedua adalah inefisiensi, yaitu ketidakseimbangan harga yang tercipta ketika tekanan beli atau tekanan jual menggerakkan harga begitu cepat sehingga salah satu sisi pasar nyaris tidak terisi. ICT menyajikan ini sebagai model tentang bagaimana lembaga keuangan besar dan pelaku institusional menggerakkan harga, bukan sebagai fakta yang telah mapan tentang dinamika pasar. Untuk menemukan salah satu target tersebut, trader terlebih dahulu memerlukan peta swing high dan swing low, yang merupakan peran struktur pasar.
Konsep Inti Trading ICT, Berdasarkan Urutan Keterkaitannya
Konsep inti ICT bekerja sebagai sebuah rangkaian: struktur pasar menentukan bias, likuiditas menentukan target, displacement mengonfirmasi niat pasar, dan fair value gap serta order block menyediakan area entry, yang kemudian disaring oleh premium dan discount. Mempelajari konsep ICT dalam urutan ini menunjukkan mengapa setiap konsep ada, alih-alih memperlakukannya sebagai pola yang terpisah.

Struktur Pasar: Break of Structure dan Market Structure Shift
Struktur pasar adalah urutan swing high dan swing low yang menentukan tren saat ini, dan ICT menggunakan struktur pasar untuk menetapkan bias arah. Struktur pasar bullish membentuk higher high (HH) dan higher low (HL). Struktur pasar bearish membentuk lower high (LH) dan lower low (LL).
| Peristiwa | Apa yang terjadi | Apa yang dibaca ICT darinya |
|---|---|---|
| Break of structure (BOS) | Harga menembus high sebelumnya dalam uptrend atau low sebelumnya dalam downtrend | Tren yang sedang berlangsung berlanjut |
| Market structure shift (MSS) | Harga menembus swing yang menopang tren, seperti higher low terakhir dalam uptrend | Tren saat ini mungkin berbalik arah |
Dalam ICT, market structure shift memiliki bobot lebih besar ketika terjadi bersamaan dengan displacement, yaitu candle yang kuat dan cepat, bukan pergerakan lambat yang sekadar melewati level tersebut.

Likuiditas: Buy-Side, Sell-Side, dan Liquidity Sweep
Likuiditas dalam ICT adalah kumpulan order tertunda yang diperkirakan menjadi target harga, dan ICT membagi likuiditas menjadi buy-side liquidity dan sell-side liquidity. Buy-side liquidity berada di atas swing high, tempat penjual short menempatkan order stop-loss dan trader breakout menempatkan order buy-stop. Sell-side liquidity berada di bawah swing low, tempat trader long menempatkan order stop-loss. Equal high dan equal low diperlakukan sebagai liquidity pool yang sangat jelas.
Sebuah liquidity sweep terjadi ketika harga bergerak menembus high atau low, memicu order-order yang tertunda, lalu berbalik ke arah sebaliknya. ICT membaca sweep sebagai tindakan trader institusional yang mengisi order besar berlawanan dengan stop trader ritel'. Ini adalah high atau low jangka pendek yang menarik trader masuk sebelum harga melanjutkan pergerakan searah tren yang lebih besar.
Displacement
Displacement adalah pergerakan harga yang tajam dan satu arah, terdiri dari satu atau lebih candle berbadan besar dengan wick kecil, dan ICT menganggap displacement sebagai bukti niat pasar setelah liquidity sweep. Displacement tidak sama dengan fair value gap. Displacement adalah pergerakannya sendiri, sedangkan fair value gap adalah ketidakseimbangan harga yang sering ditinggalkan oleh displacement. Candle displacement sering kali menciptakan fair value gap sekaligus market structure shift, itulah sebabnya displacement menghubungkan likuiditas dengan konsep entry yang menyusul setelahnya.
Fair Value Gap (FVG), Inversion FVG, dan Balanced Price Range
Sebuah fair value gap (FVG) adalah ketidakseimbangan harga tiga candle, di mana wick candle pertama dan ketiga tidak saling tumpang tindih, sehingga menyisakan rentang harga yang hanya diperdagangkan ke satu arah. Fair value gap bullish terbentuk ketika high candle pertama berada di bawah low candle ketiga. Fair value gap bearish terbentuk ketika low candle pertama berada di atas high candle ketiga. Jika wick candle pertama dan candle ketiga saling tumpang tindih, maka tidak ada fair value gap.
ICT mengharapkan harga kembali ke fair value gap untuk menyeimbangkan kembali ketidakseimbangan tersebut. Trader ICT sering memantau titik tengah gap, yang disebut consequent encroachment, sebagai level referensi. Fair value gap dianggap tidak valid ketika harga ditutup melewati batas terluarnya.
Inversion fair value gap (IFVG) adalah fair value gap yang telah ditembus dan ditutup oleh harga, yang kemudian diperlakukan ICT sebagai support atau resistance dari sisi berlawanan. Balanced price range (BPR) adalah area tumpang tindih antara fair value gap bullish dan fair value gap bearish yang terbentuk berdekatan.

Order Block dan Breaker Block
Sebuah order block dalam ICT adalah candle berlawanan terakhir sebelum pergerakan displacement, dan ICT memperlakukan order block sebagai zona...
















