

Imbal hasil Treasury AS naik tajam, dengan tenor 10 tahun mencapai 5,33% dan tenor 30 tahun 5,67%, sementara Deutsche Bank mengatakan imbal hasil Treasury 10 tahun naik selama tujuh bulan berturut-turut, rangkaian terpanjang sejak 2011.
Minyak mentah Brent naik 0,92% ke $103,53 per barel dan WTI menguat 1,16% ke $90,42, sementara WTI juga dilaporkan diperdagangkan mendekati $91,00 pada jam perdagangan Eropa setelah rebound dari bawah $88,00.
EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1363 setelah menyentuh 1,1312 pada awal pekan, USD/JPY dilaporkan berada di sekitar 156,80 setelah turun 0,30% pada hari Rabu dan kemudian di sekitar 157,60, serta USD/CAD diperdagangkan mendekati 1,4180 setelah mundur בעקבות data inflasi AS.
Data inflasi AS bulan Agustus tercatat lebih rendah dari perkiraan, dengan inflasi PCE utama tidak berubah di 3,4% secara tahunan dibandingkan ekspektasi 3,7% dan PCE inti tetap di 3,0% dibandingkan perkiraan 3,3%. Angka bulan Juli juga direvisi lebih rendah menjadi 3,4% untuk PCE utama dan 3,0% untuk PCE inti. Secara bulanan, PCE utama naik 0,3% dan PCE inti meningkat 0,2%.
Angka inflasi yang lebih lunak mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober. Deutsche Bank mengatakan pricing untuk kenaikan pada Oktober turun menjadi 37% dari 47% pada hari sebelumnya, sementara besaran pengetatan yang telah diperhitungkan hingga akhir tahun turun 2,5 basis poin menjadi 29,6 basis poin. Laporan lain menyebutkan peluang kenaikan pada Oktober telah turun tajam dari sekitar 70% pada awal pekan.
Pada saat yang sama, latar belakang makro AS yang lebih luas tetap solid. Pertumbuhan PDB kuartal kedua direvisi naik menjadi 2,2% secara tahunan dari 1,5%, sementara ADP mengatakan lapangan kerja sektor swasta naik 90.000 pada September, di atas ekspektasi 70.000 dan naik dari 36.000 pada Agustus yang telah direvisi. Sejumlah ekonom mengatakan revisi penurunan inflasi mengurangi urgensi untuk tindakan segera, tetapi tidak secara material mengubah gambaran permintaan yang tangguh, konsumsi yang kuat, dan inflasi yang masih di atas target 2% The Fed.
Para pejabat Federal Reserve terus menekankan bahwa inflasi masih terlalu tinggi meskipun laporan PCE lebih lunak. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan inflasi masih berada di sekitar 3% dan bahwa data terbaru tidak mengubah pandangannya. Ia juga mengatakan bahwa jika suku bunga terus naik, tekanan akan dirasakan oleh berbagai bagian ekonomi.
Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan inflasi telah terlalu tinggi terlalu lama dan menegaskan kembali komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke target 2% The Fed sambil menjaga kekuatan pasar tenaga kerja. Komentar tersebut menegaskan bahwa bahkan setelah revisi terbaru, para pembuat kebijakan tetap fokus pada tekanan harga alih-alih menyatakan kemenangan atas disinflasi.
Ringkasan Opini Bank of Japan dari rapat bulan September menunjukkan kecenderungan hawkish di antara beberapa anggota, dengan satu anggota mengatakan bahwa tepat untuk terus menaikkan suku bunga sejalan dengan perkembangan ekonomi, harga, dan keuangan. Anggota lain mengatakan fase kebijakan telah bergeser dan fokus harus diarahkan pada penjangkaran inflasi inti di dekat 2%, sementara anggota lainnya mengatakan bank sentral harus bertindak lincah untuk mencegah inflasi melampaui batas dan mempertimbangkan dampaknya terhadap pasar valuta asing.
Pada saat yang sama, diskusi tersebut juga mencerminkan kehati-hatian terhadap laju pengetatan. Laporan mengenai notulen rapat menyebutkan beberapa pembuat kebijakan khawatir terhadap lemahnya konsumsi swasta dan memperingatkan agar tidak bertindak tergesa-gesa, sementara perwakilan pemerintah mendesak BOJ untuk mempertimbangkan dampak kumulatif dari kenaikan suku bunga sebelumnya. Perbedaan pandangan ini membuat BOJ menyeimbangkan data sentimen yang lebih kuat, termasuk pembacaan Tankan paling optimistis untuk produsen besar sejak 2018, dengan kekhawatiran terhadap permintaan domestik.
Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol semuanya melaporkan inflasi September di atas perkiraan, sehingga menjaga tekanan pada Bank Sentral Eropa karena pertumbuhan harga di ekonomi terbesar kawasan tetap lebih kuat dari yang diperkirakan. Meski demikian, euro tetap berada di bawah tekanan dan mencatat penutupan kedua berturut-turut di bawah 1,1350 dalam salah satu laporan.
Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan situasi utang Prancis serius pada 120% dari PDB dan memperingatkan bahwa negara itu tidak memiliki jalur yang kredibel untuk menurunkannya. Secara terpisah, anggota Dewan Gubernur ECB Isabel Schnabel mengatakan biaya yang tinggi diteruskan kepada konsumen lebih cepat ketika ekonomi tangguh dan mengindikasikan bahwa lonjakan imbal hasil baru-baru ini dengan sendirinya dapat membantu meredakan tekanan inflasi.
Reserve Bank of Australia mengatakan dalam Tinjauan Stabilitas Keuangannya bahwa rumah tangga dan pelaku usaha berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi perlambatan ekonomi dan penurunan harga rumah. Bank sentral mengatakan bahwa bahkan jika harga rumah turun lagi 20%, hanya 5% hipotek yang akan berada dalam ekuitas negatif, sementara saat ini kurang dari 1% peminjam berada dalam ekuitas negatif.
RBA mengatakan bank-bank berada dalam posisi yang baik untuk menahan kemerosotan material di pasar perumahan, tunggakan pinjaman tetap rendah, dan standar pemberian kredit tetap sehat. RBA menambahkan bahwa porsi peminjam pemilik rumah yang mengalami defisit arus kas masih rendah di sekitar 2%, meskipun tekanan diperkirakan akan meningkat bagi usaha kecil dan perusahaan yang intensif energi.
Tinjauan tersebut mengatakan risiko utama terhadap stabilitas keuangan domestik berasal dari luar negeri. Tinjauan itu juga memperingatkan bahwa struktur pendanaan AI yang tidak transparan dan sirkular, meningkatnya investor berleverage di obligasi dan saham AI, serta tingginya harga aset global dan leverage telah meningkatkan risiko koreksi tajam yang mengganggu di pasar dunia.
China memperkenalkan putaran baru langkah dukungan terarah yang bertujuan menstabilkan pertumbuhan dan mendukung sektor properti, infrastruktur, dan teknologi. People’s Bank of China memangkas suku bunga fasilitas pledged supplementary lending satu tahun sebesar 25 basis poin menjadi 1,50% dari 1,75%.
Otoritas juga memperluas kuota relending sebesar CNY200 miliar untuk sektor inovasi dan teknologi serta sebesar CNY500 miliar untuk pertanian dan usaha kecil. Di sektor perumahan, pembeli rumah pertama untuk rumah yang lebih kecil dan berbiaya lebih rendah ditawari subsidi hipotek hingga lima tahun.
Langkah-langkah tersebut digambarkan sebagai bertahap, bukan besar-besaran, dan satu laporan mengatakan langkah itu tidak banyak menggairahkan pasar ekuitas karena masih jauh di bawah paket dukungan yang lebih luas yang diumumkan pada September 2024.
Imbal hasil Treasury AS naik ke level tertinggi baru dalam beberapa dekade seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi yang didorong energi. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 5,33%, sementara imbal hasil 30 tahun mencapai 5,67%. Laporan terpisah menyebutkan pergerakan ini memperpanjang aksi jual obligasi global yang lebih luas, dengan imbal hasil Treasury 10 tahun naik selama tujuh bulan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2011.
Harga minyak yang lebih tinggi tetap menjadi faktor utama di balik pergerakan tersebut. Minyak mentah Brent naik 0,92% ke $103,53 per barel dan WTI menguat 1,16% ke $90,42, dengan satu laporan mencatat bahwa kontrak front-month Brent secara mekanis akan turun menuju $98 karena benchmark roll akhir bulan. Kekuatan lebih jauh di sepanjang kurva juga terlihat, dengan kontrak berjangka Brent untuk Desember 2027 naik 0,54% ke level tertinggi baru di $81,25.
Laporan mengaitkan pergerakan energi tersebut dengan kembali munculnya skeptisisme bahwa Amerika Serikat dan Iran akan segera mencapai kesepakatan, meskipun sebagian arus minyak Timur Tengah telah pulih ke level sebelum perang. WTI juga dilaporkan diperdagangkan mendekati $91,00 pada jam perdagangan Eropa setelah rebound dari bawah $88,00, dan satu laporan mengatakan kontrak tersebut tetap berada di jalur kenaikan bulanan sekitar 5,5%.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta delegasi Iran di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera meninggalkan Amerika Serikat setelah pembicaraan menemui jalan buntu, lapor Axios. Langkah tersebut menandai memburuknya lebih lanjut hubungan AS-Iran pada saat pasar sudah menaruh perhatian pada implikasi mandeknya diplomasi terhadap risiko pasokan energi dan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump mengumumkan rencana investasi Korea Selatan senilai $200 miliar di Amerika Serikat. Reuters melaporkan bahwa $54 miliar dari total tersebut dialokasikan untuk proyek gas alam cair di Alaska.
Pengumuman tersebut menambah komitmen investasi lintas batas berskala besar bagi pengembangan energi dan infrastruktur AS, dengan komponen LNG Alaska menonjol sebagai alokasi tunggal terbesar yang teridentifikasi dalam paket tersebut.